SELAMAT DATANG di www.KabarMaluku.com  |  Login Wartawan      
Ikuti Informasi Seputar Maluku Hanya di KabarMaluku.com, Aspirasi Gandong

Pengurus GPII Maluku Ardiansyah Makatita Ajak Masyarakat Maknai Kemerdekaan

Ditulis oleh KabarMaluku.com on 16 August, 2017 | 11:00 PM

Ambon, KabarMaluku.com - 72 tahun adalah usia kemerdekaan bangsa Indonesia. Nilai kemerdekaan yang sudah dinikmati selama puluhan tahun ini merupakan modal dasar dalam melaksanakan proses pembangunan nasional. Namun dalam usia yang sudah sedemikian, bangsa Indonesia masih terus berada dalam pasang surut dengan berbagai persoalan yang sering muncul.

Proses pembangunan bangsa Indonesia memang pada awal tahun 2017 ini sempat dininabobokan dengan isu sara yang mau tida mau rakyat dibuat terbuai dengan irama itu. Ini merupakan sebagian dari peristiwa sosial yang menjadi penghambat kelancaran proses pembangunan.

Ada juga hal lain yang memprihatinkan, yaitu munculnya perilaku sosial yang kurang mendukung pada proses pengisian nilai-nilai kemerdekaan Indonesia. Tindak pidana korupsi, pelanggaran hukum dan HAM, aksi teror masih terus berlangsung.

Menyikapi berbagai persoalan yang ada maka pengusrus Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Wilayah Propinsi Maluku mengajak segenap bangsa untuk lebih mengedepankan serta memaknai nilai nilai perjuangan kemerdekaan para pendiri bangsa.

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga GPII Wilayah Maluku, Ardiansyah Makatita, SE mengatakan melalui peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72  ini maka dapat dijadikan sebagai momentum melakukan refleksi nasional, memaknai kembali nilai-nilai yang dikandung dalam kemerdekaan negara Indonesia dan menumbuhkan kembali karakter perjuangan bangsa sebagai ciri khas dalam mendirikan dan membangun bangsa.

“Karakter bangsa adalah ciri khas yang dimiliki oleh sebuah bangsa, inilah yang membedakan suatu bangsa dengan bangsa lain. Hal inilah yang harus terus dikembangkan dalam rangka mewujudkan pencitraan bangsa dalam membangun dan berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain”, kata Makatita kepada KabarMaluku.com, Rabu (16/08/2017) siang.

Lanjut dikatakan Makatita, kemerdekaan merupakan hasil dari proses kerja dan usaha para pejuang masa lalu, persoalan ke depan yang harus dilakukan oleh generasi penerus bangsa adalah bagaimana memaknai konteks kemerdekaan tersebut disesuaikan dengan hal-hal yang berkembang dalam rangka pencapaian tujuan bangsa dan kondisi sosial politik bangsa.

Dengan demikian, segenap komponen bangsa dituntut untuk dapat mengedepankan makna kemerdekaan sesuai dengan keberadaan dan spesifikasi bidang dalam konteks pencapaian tujuan penyelenggaraan negara secara optimal. Konteks kemerdekaan harus dimaknai melalui perwujudan bersatupadunya segenap aspek, sumber daya, dan penyelenggara negara dalam sistem penyelenggaraan negara menuju tercapainya masyarakat sejahtera.

Seiring dengan perkembangan kehidupan global dan tuntutan sebagai akibat dari adanya kemajuan dalam segala bidang, kemerdekaan bangsa harus kita terjemahkan dalam format pembentukan kedaulatan ekonomi, demokratisasi, serta kebebasan seluruh rakyat Indonesia dari segala bentuk belenggu kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Indikator-indikator ekonomi dan sosial inilah yang menentukan makna dan tingkat pencapaian kemerdekaan, sekaligus juga untuk menandai adanya kemajuan bangsa dalam perjalanan sejarah penyelenggaraan negara.

Di era globalisasi saat ini, makna kemerdekaan merupakan sebuah fakta interdependensi di mana bangsa, kelompok, dan individu masyarakat saling tergantung satu sama lain untuk secara bersama-sama memajukan peradaban dan pengembangan kemanusiaan. Tak jarang dalam proses interdependensi demikian muncul berbagai perbenturan kepentingan ataupun konflik peradaban yang secara tidak langsung akan menggiring masyarakat untuk terperosok ke dalam perangkap politik identitas sempit bersifat komunal.
Ardiansyah Makatita, SE
Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga GPII Wilayah Maluku

Pemuda dan Perannya dalam Mengisi Kemerdekaan Bangsa 
Kemajuan suatu bangsa tidak dapat dilepas pisahkan dari peran pemuda. Pemuda adalah harapan bagi keberhasilan dan kelancaran pembangunan nasional. Bukankah predikat pemuda sebagai harapan bangsa Indonesia telah muncul sejak masa pra kemerdekaan.

Di tangan para pemuda, perubahan pola pencarian dan penuntutan kemerdekaan berubah. begitu besar proporsi peran pemuda dalam pembangunan yang ada, membuat kondisi dan perkembangan kualitas pemuda cukup diperhatikan. Saat ini keadaan para pemuda Indonesia sangat jauh berbeda dengan keadaan pemuda dulu yang berjuang dengan semangat 45 untuk mendapatkan kondisi yang terbaik bagi Indonesia.

Dengan posisi pemuda tersebut, pemuda memiliki tanggung jawab yang wajib dipikulnya, yakni, menjaga Pancasila sebagai ideologi negara, menjaga keutuhan NKRI dan memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa, melaksanakan konstitusi, demokrasi, dan tegaknya supremasi hukum, meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan ketahanan budaya nasional maupun budaya lokal kedaerahan, meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi bangsa.

Di samping itu, untuk mengisi dan mempertahankan kemerdekaan NKRI yang kita cintai setidaknya ada dua tugas besar pemuda yang dapat dilakukan sebagai tawaran solusi atas permasalahan negara saat ini, antara lain;

1. Mengabdikan diri kepada rakyat dengan mencurahkan tenaga dan pikiran untuk meningkatkan taraf kualitas kehidupan rakyat Indonesia.
2. Membangkitkan, mengorganisasikan, dan menggerakkan masyarakat untuk mendapatkan hak-hak demokratisnya.

“Keluarga besar GPII Wilayah Maluku mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-72.
Jayalah Indonesia ku. Indonesia yang berkeadilan dan sejahtera”, ucap Makatita.

"Bhakti untuk negeri adalah komitmen untuk mengisi dan mempertahankan kemerdakaan”. Tutup Makatita. (Khay)



Redaksi KabarMaluku.com
11:00 PM | 0 komentar

Tiga Mahasiswa Maluku Rela Jual Ginjal Sikapi Kenaikan Biaya Perkuliahan

Ditulis oleh kru KabarMaluku.com on 04 May, 2016 | 2:02 PM



Aksi Mahasiswa Terhadap Biaya Kulia yang Mahal
Sejumlah Mahasiswa Maluku Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, rela menjual ginjal mereka menyikapi kenaikan biaya perkuliahan yang dinilai sangat memeras kalangan mahasiswa, hal ini disampaikan oleh Dani Wansaubun Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mahasiswa Indonesia Timur (UIT) di Sekertariat Himpunan Mahasiswa Maluku, Jln. Daeng Ngadde Blok 5 B No.14 Makassar.

Menurut Joko Nigel Raubun “Kampus kami sempat masuk dalam daftar kampus yang dinonaktifkan oleh Dikti, sehingga kami juga merasa heran sebab sempat dinonaktifkan tetapi malah muncul masalah baru dimana masalah ini muncul akibat dari terbitnya surat keputusan yayasan tentang kenikan biaya perkuliahan sebesar 75%, tentunya ini sangat memberatkan kami, jika mahal itu harus diimbangi oleh kualitas dan fasilitas tetapi realitas hari ini berbicara lain, katanya full ac tetapi nyatanya kipas angin itupun kipas angin sakit-sakitan, belum lagi status kampus yang membuat kami sangat cemas”.

Kenaikan biaya perkuliahan di UIT Makassar tertara dalam surat keputusan (SK) No. 834/BP-YIT/III/2016 tertanggal 21 Maret 2016 yang ditanda tangani oleh Ketua Yayasan Indonesia Timur yang menuai polemik di Kalangan mahasiswa UIT. Hal yang sama juga diutarakan oleh Mahasiswa Maluku di UIT yang rela menjual Ginjalnya kepada Pemerintah Daerah Maluku.

“Ini suara hati kami anak-anak Maluku yang sudah tak sanggup lagi melanjutkan perkuliahan di UIT dikarenakan mahal dan terkadang di beberapa media memberitakan bahwa kami setelah lulus nanti tak akan diserap oleh lapangan kerja karena status kampus kami yang belum akreditasi Institusi kalaupun ada akreditasi hanya akreditasi jurusan itupun C, kami berharap Bapak Gubernur Maluku untuk membeli ginjal kami demi membiayai perkuliahan kami disini”. Tutur Joko Nigel Raubun Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Maluku (HIPMMAL) UIT Makassar yang juga Mahasiswa FKM UIT.  Tim/KM.com


2:02 PM | 0 komentar

Hipamlatu Makassar Minta Penunjukan Zaskia Sebagai Duta Pancasila Dipertimbangkan

Ditulis oleh kru KabarMaluku.com on 10 April, 2016 | 10:33 AM

Sahril Mahu (KM.com)
KabarMaluku.com - Himpunan Pemuda Mahasiswa Pelajar Leihitu (Hipamlatu-Makassar) mempertanyakan pengangkatan Zaskia Gotik yang di angkat sebagai duta Pancasila. Hal ini disampaikan oleh Sahril Mahu salah satu aktifis Hipamlatu Makassar.

“Setelah  dituding melecehkan Pancasila dengan menyebut lambang sila kelima "bebek nungging", pedangdut Zaskia Gotik malah ditunjuk menjadi duta Pancasila. Ini kami anggap sebagai lelucuan, bahkan penghinaan dimana penghina Pancasila dibuat jadi duta Pancasila,” tutur Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia ini.

Selain itu Abdul Rasyid Tunny menyampaikan hal yang sama “penunjukan tersebut membuat kontroversi. Jangan jauh-jauh dikalangan Pemuda seperti kita justru kebingungan dengan sikap ini, Duta Pancasila tak harus membuat Zaskia lolos dari hukum, bagaimana bisa seorang yang sementara dilaporakan atas penodaan lambing Negara malah diangkat menjadi duta Pancasila”.

Hipamalatu Makassar berharap agar dipertimbangkan lagi, sehingga ada pelajaran besar yang dipetik dari persoalan Pancasila Ala Zaskia. Tambah Alumnus Universitas Muslim Indonesia ini. (KM.com)
10:33 AM | 1 komentar

Jalan Rusak Sejak Zaman Belanda, Ratusan Tahun Kecamatan Ini Terisolasi

Ditulis oleh kru KabarMaluku.com on 09 April, 2016 | 9:38 AM

Kondisi Jalan ke Kecamatan Inamosul
Kabupaten SBB, (foto KM.com)
Piru, KabarMaluku.com - Kondisi sejumah desa di kawasan pegunungan Kecamatan Inamosul Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku sungguh memprihatinkan. Hingga kini tidak ada sarana jalan yang dibangun pemerintah setempat untuk menjangkau desa-desa di kecamatan tersebut.

Satu-satunya jalan warisan pemerintah belanda yang ada di wilayah itu pun kondisinya rusak parah dan tidak bisa dilalui kendaraan. Praktis ribuan warga sejumlah desa yang ada di kecamatan itu selama berpuluh-puluh tahun harus hidup dalam keterisolasian.

Untuk menempuh Kecamatan Kairatu menuju Piru, Ibu Kota Kabupaten Seram Bagian Barat saja warga setempat harus rela berjalan kaki selama seharian. Kondisi ini semakin parah lantaran pemerintah daerah tidak juga berniat memperbaiki jalan warisan pemerintah belanda yang telah rusak termakan usia. “Disini tidak ada jalan aspal, pemerintah sama sekali tidak memperhatikan kami warga pegunungan,”kata Remon Latu warga desa Hunitetu saat dihubungi dari Ambon, Kamis (7/4/2016).
                          
Dia mengaku tidak adanya sarana jalan yang memadai membuat warga sejumlah desa di Kecamatan itu selama ini terisolasi. Untuk menjual hasil panen perkebunan saja warga begitu merasa kesulitan. Sehingga tak heran para petani desa kerap berjalan kaki menuju Kecamatan Kairatu denganmemikul hasil pertanian untuk dijual. “Tidak ada angkot sampai ke desa-desa disini, karena memang jalannya tidak bisa dilalui, kalau dengan sepeda motor juga butuh waktu yang sangat lama,”ujarnya.

Dia menjelaskan ada sejumlah desa di kecamatan itu yang tidak pernah menikmati akses jalan, desa-desa itu anatara lain, Hunitetu, Rambatu, Rumberu, Imabatai, Rurama dan sejumlah desa lainnya. Meski desa-desa tersebut kini telah dimekarkan menjadi kecamatan baru, namun tetap saja pembangunan di wilayah tersebut tidak pernah dinikmati oleh masyarakat. Sulitnya akses transportasi di wilayah itu membuat warga setempat bahkan sangat kesulitan untuk memeroleh pendidikan yang layak. “Tidak ada sekolah SMA disini Anak-anak kami disini sekolahnya di kilometer 9 dan juga di Kairatu, kalau saja pemerintah mau membangun jalan disini mungkin kondisinya tidak seperti ini,”ungkapnya.

Sejak Zaman Belanda
Kondisi jalan menuju kecamatan Inamosul memang sangat parah. Saking parahnya aspal yang berada diatas badan jalan bahkan sudah tidak tampak lagi, dan yang ada hanyalah bebatuan dan lubang-lubang yang menganga.

Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat, Fery Solissa mengaku jalan yang ada di wilayah itu merupakan jalan yang telah dibangun sejak zaman kolonial belanda, dan saat ini kondisinya tidak bisa dilewati lagi oleh kendaraan. “Jalan itu sudah ada sejak zaman belanda, sudah ratusan tahun yang lalu. Beberapa puluh tahun lalu masih bisa dilewati namun kini sudah tidak bisa lagi,”ungkap Fery saat dihubungi secara terpisah.

Dia mengaku akibat kerusakan jalan itu, warga sejumlah desa di kecamatan itu puluhan tahun lamanya terisolasi. Fery yang juga warga Kecamatan Inamosul ini mengatakan pihaknya beberapa kali telah meminta kepada pemerintah daerah untuk membangun jalan di kawasan itu namun hingga kini tidak juga dibangun. “Pembangunan jalan hanya baru sampai di kilometer 5, jadi masih jauh menuju sejumlah desa di wilayah pegunungan,”ujarnya.

Dia menjelaskan kondisi tersebut membuat ribuan warga sejumlah desa di kecamatan tersebut merasa tidak merasakan sentuhan pembangunan selama ini. warga bahkan mengaku telah menjadi korban diskriminasi oleh pemerintah. “Jujur saja warga mengaku belum merasakan kemerdekaan selama ini dan mereka sangat merasa didiskriminasi,”ujarnya.

Menurutnya selaku wakil rakyat yang mewakili ribuan masyarakat di wilayah itu, beberapa kali dia telah menyampaikan masalah tersebut kepada pemerintah daerah. Namun Pemda beralasan jika jalan  merupakan kewenangan pemerintah provinsi Maluku. “Sudah berulang kali kami usaulkan tapi katanya itu jalan Provinsi, jadi kami harap pemerintah provinsi Maluku jangan diam melihat penderitaan masyarakat kami disini,”harapnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Ismail Usemahu yang dikonfirmasi soal masalah tersebut tidak berhasil dihubungi. (Tim KM.com)

9:38 AM | 0 komentar

Rombongan Bupati SBB Selamat Dalam Kecelakaan Laut

Ambon, KabarMaluku.com - Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku, Jacobus Puttileihalat dan rombongan selamat dalam kecelakaan laut saat kapal cepat yang mereka tumpangi menabrak karang tepat di perairan desa Alang Asaude, Jumat malam (8/4/2016) sekira pukul 21.25 Wit.

Salah seorang rombongan Risnojudin mengaku kapal cepat yang mereka timpangi sempat mengalami musibah saat menabrak karang namun musibah itu tidak membuat kapal tenggelam. “Tadi sempat menabrak karang dan kita sempat terjebak selama kurang lebih 1 jam karena kapal tidak bisa speed boat langsung tertahan,”katanya saat dihubungi dari Ambon, Jumat malam.

Anggota DPRD SBB ini mengaku akibat insiden itu sebagian besar dari penumpang akhirnya turun dari atas kapal. Mereka terpaksa mendorong kapal agar dapat keluar dari kondisi tersebut. Dia pun bersyukur karena musibah itu tidak sampai membuat body kapal mengalami kerusakan. “Kita bersyukur karena speed botany tidak terbalik, dan kita semua selamat dalam musibah ini”ujarnya.

Bupati bersama rombongan ini menumpangi kapal tersebut untuk membawa bantuan bagi para pengungsi di korban banjir bandang dan tanah longsor di Dusun Jawa Sakti, Pulau Kelang Kecamatan Waisala. Namun saat kembali, kapal yang mereka tumpangi itu mengalami musibah setelah menabrak karang. (Tim KM.com)

7:56 AM | 0 komentar

Speed Boat yang Ditumpangi Rombongan Bupati SBB Alami Kecelakaan

Ditulis oleh kru KabarMaluku.com on 08 April, 2016 | 10:43 PM

ist
Ambon, KabarMaluku.com - Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku, Jacobus Puttileihalat dan sejumlah pejabat daerah tersebut mengalami kecelakaan saat speed boat yang mereka tumpangi menabrak karang di depan perairan desa Alang Asaude Kecamatan Seram Barat, Jumat (8/4/2016) sekira pukul 21.25 Wit.

Speed boat naas tersebut digunakan Bupati dan rombongan untuk  mengunjungi Dusun Jawa Sakti, di Pulau Kelang Jumat pagi tadi. Namun saat kembali speed boat itu mengalami kecelakaan laut. Selain Bupati sejumlah pejabat yang ikut mengalami musibah dalam insiden itu yakni Dandim setempat, Kapolres, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Ketu DPRD setempat. “Speed boat yang ditumpangi bupati dan rombongan menabrak karang di depan perairan desa Alang Asaude, kejadiannya baru setengah jam lalu,”kata Rusli Sosal saat dihubungi dari Ambon, Jumat malam.

Rusli ikut bersama rombongan Bupati ke lokasi bencana untuk meliput kegiatan kunjungan ke lokasi pengungsian korban bencana banjir dan tanah longsor di dusun tersebut. Namun saat kembali Rusli tidak bersama rombongan bupati namun bersama rombongan lain. “Kami di telepon barusan speed boat yang membawa pak Bupati mengalami musibah. Ada yang meminta speed boat yang kami tumpangi untuk balik memberikan pertolongan,”ujarnya.

Rusli mengaku belum mendapatkan informasi pasti tentang keselamatan dan kondisi seluruh penumpang yang berada di speed boat tersebut,”Belum ada jawaban dari mereka apakah speed boat iu tenggelam atau tidak, yang jelas tadi disampaikan speednya menabrak karang, dan ada yang melompat berenang mereka juga meminta bantuan kita,”ungkapnya.
10:43 PM | 0 komentar

Residivis Curanmor Terancam 5 Tahun Bui

Ilustrasi
Ambon, KabarMaluku.com - Frikis Yosten, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dibekuk tim buru Sergap Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Rabu (6/4) lalu, ternyata adalah residivis dalam kasus yang sama. Warga Desa Tihulale Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat itu kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Dia dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. “Tersangka ini adalah residivis dengan kasus yang sama. Dia baru bebas, setelah divonis 1,8 tahun penjara,” ungkap Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease, Jumat (8/4).

Salamor menjelaskan dari hasil pemeriksaan, terungkap jika pelaku telah melancarkan aksi kejahatannya berulang kali, dia bahkan telah mencuri sebanyak lima sepeda motor warga di berbagai tempat di Kota Ambon. Sepeda motor yang dicuri lalu dijual dengan harga yang sangat murah yakni per unit Rp 1,6 juta. “Kalau dihitung terakhir, pelaku sudah mencuri sebanyak 5 unit sepeda motor. Di Batu Gantung 1 buah, Mangga Dua 1 buah, Karpan 1 buah, Turunan SMP 1 buah. Dia lalu jual seharga Rp 1,6 juta per unitnya,” kata Salamor.

Pelaku baru berhasil diringkus setelah polisi menyelidiki kasus pencurian terhadap sepeda motor milik Ryan Ernes Sainyakit di kawasan Batu Gantung tepatnya di lorong Ganemo pada 5 Februari 2016 lalu. Dari situ polisi kemudian melacak keberadaan pelaku dan akhirnya meringkusnya di rumahnya di Desa Tihulale Kecamatan Kairatu. Untuk  diketahui Frikis Yosten dibekuk tim buru Sergap Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease lantaran terlibat aksi pencurian kendaraan bermotor di Kota Ambon selama ini (Tim KM.com)








10:39 PM | 0 komentar

Tas Dijambret, Uang Rp 16 Juta Pedagang Melayang

Ambon, KabarMaluku.com - Nasib sial menimpa Hapsa Pelu, seorang pedagang warga Kelurahan Waihaong Kecamatan Nusaniwe Ambon. Bagaimana tidak, tas miliknya yang berisi uang tunai senilai Rp 16.000.000 dirampas secara paksa oleh dua pelaku jambret.

Aksi penjambretan tersebut berlangsung tepat didepan swalayan Saburo, jalan Sultan Babulah disaat wanita berusia 39 tahun itu sedang menunggu mobil angkutan kota (angkot) untuk pergi berjualan di pasar Mardika, Kamis (7/4/2016) sekira pukul 07.00 WIT.

Selain uang tunai korban juga kehilangan sebuah ponsel merek Nokia yang ada di dalam tas miliknya itu. Para pelaku jambret ini melancarkan aksinya dengan menggunakan sepeda motor. Informasi yang dihimpun, insiden itu berawal ketika korban hendak aktifitas kesehariannya. Saat sedang menunggu angkot, tiba-tiba dua pelaku yang berboncengan dengan sepeda motor Yamaha Mio langsung menghampiri korban.

Setelah mendekat, tas yang dalam genggamannya itu lalu dirampas. Kedua pelaku kemudian tancap gas dengan kecepatan tinggi menuju arah kawasan Silale. “Jadi korban ini sednag mau ke Mardika untuk berjualan seperti biasa, namun saat sedang menunggu angkot para pelaku menghampirinya dan merampas tas milik korban,”kata salah seorang warga yang enggan namanya dipublikasikan,”Jumat siang.

Menurutnya, korban sempat berteriak meminta tolong, namun tidak ada warga yang mengikuti kedua pelaku yang menggunakan tunggangan berwarna hitam putih itu,”Korban sempat minta tolong saat itu, tapi kedua pelaku sudah keburu kabur,”ujarnya.

Sementara Kasbbag Humas Polres Pulau Ambon, AKP Meity Jacobus mengatakan saat kejadian korban juga sempat melihat pelaku memakai baju kaos biru dan menggunakan helm bermerek KYT. Usai kejadian itu korban langsung mendatangi menuju Mapolres Ambon untuk melaporkan peristiwa yang menimpanya itu. “Laporan korban sudah kami terima. Pelaku masih dalam penyelidikan,”kata Meity. (Tim KM.com)




10:36 PM | 0 komentar



alt/text gambar