SELAMAT DATANG di www.KabarMaluku.com  |  Login Wartawan      
Ikuti Informasi Seputar Maluku Hanya di KabarMaluku.com, Aspirasi Gandong

Rumah Dinas Bakal Calon Bupati Malteng DIbakar OTK

Ditulis oleh kru KabarMaluku.com on 06 April, 2016 | 1:36 PM

Ambon, KabarMaluku.com - Rumah Dinas Wakil Ketua DPRD Maluku Tengah, Rudy Lailossa, di Kelurahan Namaelo, Kecamatan Kota Masohi, diteror oleh orang tidak dikenal, Selasa (5/4/2016). Dalam aksi itu pelaku teror yang belum diketahui identitasnya itu ikut membakar rumah politisi Partai Golkar tersebut yang juga bakal calon bupati Maluku Tengah itu. Beruntung kebakaran yang terjadi di bagian pintu dapat segera di padamkan setelah salah seorang kerbatan korban yang ada di dalam rumah segera keluar dan memadamkan api secara seadanya.

Polisi yang mengetahui kejadian tersebut langsung mendatangi rumah tersebut dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Kepala Polres Maluku Tengah Ajun Komisaris Polisi Harley Silalahi  mengatakan, saat insiden itu terjadi, Rudi dan keluarganya sedang berada di dalam rumah. Namun, mereka tidak mengetahui apa pun tentang kejadian tersebut. "Kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIT. Kami sudah meminta keterangan dari Pak Rudi dan keluarganya, termasuk juga pembantunya karena saat itu mereka ada di dalam rumah," kata Silalahi.

Dia menerangkan, pelaku sengaja melancarkan aksinya dengan membakar kain yang telah dicampur minyak. Setelah itu, kain tersebut diletakkan di pintu rumah Rudi.
Meski tidak terjadi kebakaran hebat, namun bagian pintu rumah dan dinding rumah wakil rakyat itu sempat terbakar dan meninggalkan tanda hitam pekat. "Pintu rumah sedikit terbakar dan hitam karena pembakaran itu, tapi rumah tidak terbakar," kata Silalahi.

Saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Dia meminta kepada masyarakat yang melihat atau mengetahui insiden itu agar dapat memberikan informasi kepada polisi guna pengungkapan kasus tersebut. "Motif dan pelakunya masih kita selidiki, makanya kami minta bantuan informasi dari warga juga untuk mengungkap kasus ini," ujarnya. (Tim KM.com)

0 komentar:

Post a Comment