SELAMAT DATANG di www.KabarMaluku.com  |  Login Wartawan      
Ikuti Informasi Seputar Maluku Hanya di KabarMaluku.com, Aspirasi Gandong

Tertarik Perhitungan Astronomi Tradisional Maluku, Jepang Lakukan Penelitian

Ditulis oleh KabarMaluku.com on 06 May, 2014 | 1:57 PM

Laor (Cacing Laut) /ist
Ambon, KabarMaluku.com - Cara tradisional masyarakat Maluku dalam melakukan perhitungan untuk penentuan waktu melakukan 'timba laor' (panen cacing laut) menjadi ketertarikan bagi para peneliti Jepang.

Para peneliti dari Universitas Kagoshima (Kagoshima Daigaku - Kadai) Jepang yang tertarik untuk meneliti perhitungan astronomi tradisional Maluku ini akan bekerjasama dengan Unifersitas Pattimura (Unpati) Ambon.

"Para peneliti dari Kadai sangat tertarik sekali dengan metode perhitungan orang Maluku terhadap penentuan waktu melakukan 'timba laor' (panen cacing laut)," kata Pembantu Rektor (Purek) VI Unpatti Bidang Kerjasama Antar lembaga Bob Mose di Ambon, Selasa (6/5).

Bob mengatakan kendati pengetahuan masyarakat nelayan tentang astronomi hanya secara tradisional, tetapi secara sains perhitungan mereka terhadap alam tidak pernah meleset. Metode itu merupakan bagian dalam cabang ilmu baru "Etnoastronomi", yakni ilmu perbintangan yang digabungkan dengan kebudayaan masyarakat.

Oleh karena itu, katanya, dalam kunjungan tim Jepang ke Ambon untuk menyerahkan kontrak kesepakatan kerja sama (Momorandum of Understanding - MoU) antara Kadai dan Unpatti pada 23 Juni 2014, para peneliti dari Kadai juga akan melakukan sampling mengenai etnoastronomi masyarakat Maluku.

"Para peneliti dari Kadai ke sini tidak hanya untuk penyerahan dokumen hubungan kerja sama, tapi juga akan melakukan sampling penelitian, jadi mereka akan berada di Ambon hingga 27 Juni," ucapnya.

Lebih lanjut Bob mengatakan, sedikitnya ada lima orang peneliti di bidang perikanan dan kelautan, kebudayaan, pertanian, kepulauan, dan seorang profesor ahli serangga dari Kadai akan datang ke Ambon pada 23 Juni mendatang, untuk membuat sampling penelitian dan akan dilanjutkan di negara mereka.

"Selain peneliti, kami sudah menyiapkan beberapa dosen dan guru besar untuk mendampingi mereka selama melakukan penelitian di Ambon," ucapnya.

Ditambahkannya, hubungan kerja sama antara para peneliti Kadai dan Unpatti telah lama terjalin sejak diundangnya para peneliti dari Negeri Sakura tersebut dalam Konferensi Internasional tentang Pulau-Pulau Kecil di Tual pada 11 Juli - 14 Juli 2013.

"Kerja sama antara Kadai dan Unpatti akan meliputi peningkatan kualitas pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," ucapnya. (ant/KM)

0 komentar:

Post a Comment