SELAMAT DATANG di www.KabarMaluku.com  |  Login Wartawan      
Ikuti Informasi Seputar Maluku Hanya di KabarMaluku.com, Aspirasi Gandong

Solusi SDI Agar Blok Masela Tak Bebani APBN

Ditulis oleh KabarMaluku.com on 13 March, 2016 | 4:30 PM

Dradjad Wibowo /ist
KabarMaluku.com - Blok masela menjadi salah satu sumber daya alam Indonesia yang menjadi daya tarik perusahaan-perusahaan gas multinasional. Bagaimana tidak, di blok ini tersimpan cadangan gas yang bisa sedot hingga 70 tahun.

Dari hasil kajian Inpex yang merupakan calon investor blok Masela mengatakan pengembangan blok gas lebih baik dilakukan di lepas pantai (offshore) karena biaya investasi hanya sekitar US$ 14,8 miliar. Biaya itu lebih murah jika dibandingkan di darat yang mencapai US$ 19 miliar.

Ekonom dari Sustainable Development Indonesia (SDI)‎ Dradjad Wibowo‎ mengusulkan sistem kepada pemerintah agar pembangunan blok ini tidak menyita Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) nantinya.

Cara yang diusulkan dengan membuat perjanjian kepada para calon investor untuk menyepakati nilai investasi yang sudah dikajinya.

"Kalau dibangun di atas laut, kalau memang investasinya US$ 14,8 miliar, ya itu dituangkan di perjanjian. Jadi kalau ada kelebihan dalam proses penggaliannya, itu jadi tanggungan investor sendiri," kata dia di Jakarta, Sabtu (5/3/2016).

Begitu juga jika pembangunan blok gas tersebut dilakukan di darat, harus tidak boleh lebih dari US$ 19 miliar seperti hasil kajian awalnya. Dengan begitu, maka pemerintah tidak dibebani biaya ekstra melalui cost recovery‎.

Seperti diketahui, menurut Dradjad, cost recovery yang dimiliki Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berasal dari APBN yang dianggarkan setiap tahun. APBN sendiri adalah uang rakyat‎.


"Informasi yang saya peroleh sementara ini mereka belum berani, kalau tidak berani artinya mereka sendiri tidak pede," tegas dia.

Mengomentari hasil kajian investor jika kilang dibangun di darat, Dradjad mengaku apa yang disampaikan terlalu mahal. Dari kajian yang dilakukan Institute Teknologi Bandung (ITB) biaya pembangunan blok gas di darat lebih murah US$ 4 miliar -5 miliar.

Untuk itu, Dradjad meminta kepada Presiden RI Joko Widodo untuk lebih cermat dan mengutamakan manfaat kepada rakyat dalam memutuskan pembangunan blok Masela ini.  (*km)

0 komentar:

Post a Comment